Wajib Pajak Non Efektif adalah istilah untuk Wajib Pajak Wajib Pajak dengan status non aktif sementara dikarenakan sumber penghasilan atau kegiatan usaha yang menjadikan seorang wajib pajak, terhenti atau tidak lagi beroperasi.

Dengan status ini, maka Wajib Pajak dikecualikan dari pengawasan administrasi rutin dan kewajiban menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT).

Kriteria Wajib Pajak Non Efektif

Ada kondisi-kondisi tertentu yang bisa membuat Anda berstatus ‘NE’ sebagai wajib pajak. Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-20/PJ/2013, wajib pajak dapat dikecualikan dari pengawasan rutin oleh Kantor Pajak Pratama (KPP) apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Wajib Pajak Orang Pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas tetapi secara nyata tidak lagi menjalankan kegiatan usaha atau tidak lagi melakuka pekerjaan bebas;
  • Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dan penghasilannya di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak;
  • Wajib Pajak Orang Pribadi yang bertempat tinggal atau berada di luar negeri lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan dan tidak bermaksud meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya;
  • Wajib Pajak yang mengajukan permohonan penghapusan dan belum diterbitka keputusan; atau
  • Wajib Pajak yang tidak lagi memenuhi persyaratan subjektif dan/atau objektif tetapi belum dilakukan penghapusan NPWP.

Tahap Pengajuan Status ‘NE’ (Non Efektif)

Berikut tahap untuk Pengajuan Status Wajib Pajak Non Efektif:

1). Mengisi dan menandatangani Formulir Permohonan Penetapan Wajib Pajak Non Efektif sebagai bentuk permohonan untuk menjadi Wajib Pajak Non Efektif. Berikut Formulir Permohonan Penetapan Wajib Pajak Non Efektif:

  • Download | Formulir Permohonan Penetapan Wajib Pajak Non Efektif PDF
  • Download | Formulir Permohonan Penetapan Wajib Pajak Non Efektif Excel

2). Permohonan ini bisa Anda lakukan secara online dengan mengisi Formulir Permohonan Penetapan Wajib Pajak Non Efektif pada Aplikasi e-Registration yang tersedia pada laman website Ditjen Pajak www.pajak.go.id maupun secara tertulis dengan mengisi Formulir tersebut dan mengirimkannya ke KPP, yang dapat dikirim dengan 3 cara berikut ini:

  • Secara langsung ke KPP atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP).
  • Mengirim formulir perubahan data wajib pajak melalui pos.
  • Melalui perusahaan jasa ekspedisi meupun kurir.

3). Permohonan yang telah disampaikan oleh Wajib Pajak melalui Aplikasi e-Registration / secara tertulis yang telah ditandatangani memiliki kekuatan hukum.

4). Wajib Pajak yang telah menyampaikan formulir tersebut juga harus menyertakan dokumen yang disyaratkan melalui e-Registration maupun secara langsung ke KPP wilayah tempat tinggal atau tempat usaha wajib pajak. Dokumen yang disyaratkan adalah dokumen yang menunjukkan bahwa wajib pajak memenuhi kriteria sebagai wajib pajak non efektif.

5). Batas waktu penyertaan dokumen yang disyaratkan adalah 14 hari setelah Wajib Pajak  mengirimkan Form. Bila setelah 14 hari kerja KPP belum menerima dokumen yang dimaksud secara lengkap, maka permohonan untuk menjadi wajib pajak NE dianggap tidak diajukan.

6). Dan apabila dokumen yang disyaratkan sudah diterima secara lengkap, maka KPP akan menerbitkan Bukti Penerimaan Surat secara elektronik.

7). Adapun untuk menetapkan wajib pajak non efektif secara jabatan, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan melakukan penelitian administrasi perpajakan terlebih dahulu, sebelum menetapkan seorang wajib pajak sebagai wajib pajak NE.

8). Bila KPP telah menyetujui permohonan wajib pajak dan telah menetapkannya menjadi wajib pajak NE, maka KPP akan menyampaikan pemberitahuan kepada wajib pajak dimaksud.

9). Selanjutnya pusat informasi perpajakan Kantor Pusat DJP akan memberikan kode “NE” pada master file Wajib Pajak yang bersangkutan, artinya permohonan Anda telah disetujui.

Anda bisa menonaktifkan status wajib pajak Anda dengan mengajukanan perusahaan atau diri Anda sendiri sehingga berstatus ‘NE’. Agar Anda tidak lagi diwajibkan membayar atau melaporkan pajak, ketika sumber penghasilan atau usaha Anda terhenti.

Penetapan wajib pajak sebagai wajib pajak non efektif dapat dilakukan berdasarkan permohonan wajib pajak atau secara jabatan. Dan penetapan ini hanya bisa dilakukan oleh KPP.

Demikian artikel mengenai Formulir Permohonan Penetapan Wajib Pajak Non Efektif. Semoga informasi yang dimuat dalam artikel ini bermanfaaat. Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here